Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
ELISABETH BILLYWILLING; MISI MENCARI IBU YANG HILANG
LANGKAH PERTAMA
Elisabeth : "Paman? Apakah paman yakin ini akan berhasil?" ucap Elisabeth berlinang air mata karena akan meninggalkan Paman George dan Ayahnya di rumah tua itu.Paman George : Berdiri menghadap Elisabeth yang saat itu ingin menangis
"Ah, Elisabeth ... Kamu itu gadis paling pemberani yang paman kenal, bukan karena kamu keponakan paman, tapi paman melihat kamu berhasil mendapatkan apa yang kamu mau, Yahh Elisabeth Kesempatan. Tidak semua orang didunia ini mendapatkan kesempatan seperti dirimu, kau hebat dan makanya dari itu paman berani melepaskanmu sendirian untuk mencari ibumu"
Elisabeth : "Paman?"
Paman George : "Hm?"
Elisabeth : "Bagaimana wajah sederhana ibu? semua gambar yang diletakkan didinding itu memperlihatkan wajah ibu sangat cantik dengan polesan bedak dan perona pipi serta pewarna bibir". "Bagaimana wajah asli ibu saat tidak menggunakan itu semua Paman?" Tanya Elisabeth sembari mengusap air mata yang membasahi pipinya
Paman George : "Ibumu, Margarert. Dia adalah wanita yang sederhana, rambut panjangnya yang hitam dan lebat serta tangannya yang halus, menjadikan dia pujaan hati Ayahmu Elisabeth. Suaranya sangat merdu bagaikan nyanyian di gereja, serta matanya .. Ah Elisabeth ibumu memiliki mata cokelat yang pekat dan dia senang sekali mencium bunga tulip dipinggir rumah kami dulu." Jelas Paman George yang kagum terhadap saudarinya sendiri
Elisabeth yang senang dengan cerita Paman George itu kemudian tersenyum dan memandang kembali ke arah laut dan dalam hati kecil Elisabeth dia bersumpah bahwa Ibunya pasti akan bangga memiliki dia. Paman George yang melihat Elisabeth tersenyum pun ikut tersenyum dan menghadap kelaut.
Paman George : "Lihatlah Jemputanmu sudah datang"
Tampak dari kejauhan dari bibir pantai datanglah gulungan ombak putih yang sangat besar dan disertai dengan kilatan yang menyambar-nyambar sekitar gulungan ombak itu. Ditengah ombak itu ada seekor lumba-lumba jantan, teman lama Paman George yang datang untuk membawa Elisabeth.
Elisabeth : "Paman, paman belum pernah bercerita soal lumba-lumba itu. Apakah lumba-lumba itu yang akan mengantarkan aku ke ibu?" ucap Elisabeth kebingungan.
Paman George : Sedikit tertawa kecil "Ahahaha, tentu saja tidak Elisabeth, kaulah sendiri yang akan mencari Ibumu" "Lagipula dialah yang bisa dan satu-satunya yang tersisa yang bisa membawamu kedimensi tempat ibumu pergi" "Ah andai saja paman masih sehat, kita bisa pergi berdua, tapi paman percaya kamu bisa mengatasi ini sendiri" Sambil tersenyum kearah Elisabeth
Tibalah lumba-lumba itu ke bibir pantai tempat dimana Elisabeth dan Paman George menunggunya. Lumba-lumba itu bernama Aldin.
Aldin : "Halo George" Sapa lumba-lumba dengan ceria karena melihat Paman george
Paman George : "Halo Aldin" "Kau masih bersemangat"
Aldin : "Ahahaha, kau sudah tua, Dan gadis cantik ini... Biar kutebak, kau pasti Elisabeth kan?"
Elisabeth : "Senang bertemu denganmu Pak, ya betul aku Elisabeth"
Aldin : "Ah, jangan panggil aku Pak, aku akan terlihat tua seperti pamanmu, Panggil saja aku Aldin" "Kau sudah besar saat terakhir kali aku melihatmu didalam perut ibumu"
Paman George : "Dasar Aldin, masih jago menggoda" "Sudahlah untuk mempercepat waktu"
Aldin : "Baiklah, ayo Elisabeth, kau pasti akan menyukai ini"
Paman George melepas Elisabeth dan Aldin yang akan berjalan memasuki ombak yang kencang itu. Aldin memengang erat tangan Elisabeth dan menyuruh Elisabeth untuk menahan nafas sekitar 30 detik.
Aldin : "Elisabeth, Tahan Nafasmu sekitar 30 detik dan kemudian kamu bisa hembuskan nanti"
Elisabeth : "Baik Aldin"
Paman George membalikkan badan dan berjalan pergi dari bibir pantai itu dan kemudian ombak itu lenyap seketika dan langit menjadi terang seperti hari biasanya. Sementara Aldin dan Elisabeth masuk ke dalam air dan berenang kelautan paling dalam sambil Elisabeth menahan nafasnya.
Dengan kekuatan renang lumba-lumba mereka berhasil sampai ke dasar laut yang paling dalam dan sangat gelap. Elisabeth pun terheran kenapa didasar laut itu Ia tidak merasakan adanya air. Kemudian Aldin mendaratkan tubuhnya ke dasar laut itu, dan bersentuhan dengan pasir, seraya menggoyangkan ekornya dengan cepat. Dan terciptalah arus yang kuat dan dia menyuruh Elisabeth untuk berenang masuk kedalam arus itu. Elisabeth pun melepaskan genggaman tangannya dari Aldin dan berenang masuk kedalam arus itu.
Aldin : "Ingatlah Elisabeth, jika ada yang membuat mu harus memilih, maka pilihlah pilihan terakhir, tidak peduli sejelek apapun pilihan itu" "Berenang lah sampai masuk kedalam arus yang sudah kubuat itu, maka kamu akan sampai ke Paraiside tempat dimensi lain yang dikatakan pamanmu"
Paraiside adalah dimensi lain yang hanya bisa dimasuki oleh orang yang mendapatkan kesempatan, apapun jenis kesempatanmu, apapun harapanmu, kamu bisa masuk ke paraiside.
Elisabeth berenang dan memasuki arus itu dan kemudian dia kehilangan kesadaran karena terlalu lama menahan nafasnya. Dia terjatuh dipinggir awan hitam yang sedang bergemuruh namun awan itu hidup dan bisa berbicara. Awan itu merasakan ada sesuatu dipundaknya dan dia menyadari bahwa itu ada seorang manusia. Awan itu meletakkan Elisabeth diatas perahu rakit yang berada ditengah laut. Arus pun membawa Elisabeth ke Negri yang jauh.....
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar